Ngesti Pandowo Usung “Kulondarageni” di Solo

Pentas Wayang Orang Seribu Bintang

SEMARANG – Satu-satunya kelompok wayang orang yang bertahan di Kota Semarang, Ngesti Pandowo, akan tampil di Solo. Mereka akan memeriahkan Pentas Wayang Orang Seribu Bintang di RRI Surakarta, Jumat (14/11) malam ini.

Kelompok  akan membawakan lakon bertajuk ”Kulondarageni.” Ketua kelompok tersebut, Cicuk Sastrosoedirdjo, mengatakan, pihaknya hanya memenuhi undangan untuk mengikuti acara tersebut.

“Acara tersebut berlangsung mulai Kamis hingga Minggu (13-16/11). Kami mendapat jadwal pentas pada Hari Jumat (14/11). Setiap hari akan tampil sekitar lima kelompok dari berbagai kota,” terangnya.

Setiap kelompok diberi waktu tampil sekitar satu hingga 1,5 jam. Cicuk mengungkapkan, pihaknya latihan di Taman Budaya Raden Saleh beberapa kali untuk persiapan pentas nanti.

Selain beberapa anak wayang, bakal ikut tampil pula nanti Guru Besar Undip, Prof Edhy Darmono, Kepala Balitbang Jateng, Agus Wariyanto, salahs atu pembantu rektor Untag, Aris Krisdianto, dan pejabat Akpol, Kombes Suparyono.

Dua Kali

Cicuk juga mengungkapkan, bulan depan, pihaknya akan kembali pentas di luar kota, yakni Jakarta. Dijadwalkan pentas dua kali yakni di Taman Mini Indonesia Indah (TMII) dan di panggung Wayang Orang Bharata. Pada acara tersebut, pihaknya berharap Sekda Jateng, Puryono Kartosudarmo, bakal ikut serta.

Sementara itu, Kepala Balitbang Jateng, Agus Wariyanto, mendukung langkah Ngesti Pandowo untuk tampil di luar kota. Hal itu penting untuk menimbang pengalaman.

“Di sana nanti bisa saling berbagi pengalaman dengan kelompok lain. Saya juga melihat rekan-rekan berlatih keras agar bisa tampil sebaik mungkin,” terang pria yang bakal memerankan Betara Guru nanti.

Lakon Kulondarageni disutradarai oleh Widayat dengan asisten sutradara Sunarno, dalang Kristanto, dan penata gending Sihanto. Berkisah tentang Prabu Kulondarageni dari Negeri Ngawu-awu Langit yang bermaksud menculik Kyai Semar untuk dijadikan tumbal. Namun, Kyai Semar justru berhasil menaklukkannya. (H35-91)

Sumber: Suara Merdeka 14 November 2014

Kliping Suara Merdeka 14 November 2014