Primadona Ngesti Pandawa Tampil Memikat di WOSBI

BERGABUNGNYA para profesional dengan seniman wayang tak lagi bisa dikatakan sebagai kolaborasi. Tapi sudah benar-benar menyatu.

Inilah yang ditampilkan grup Wayang Orang (WO) Ngesti Pandawa Semarang saat tampil menjadi salah satu penyaji dari 18 grup WO se Indonesia.

Jumat (14/11) lalu, adalah tonggak dari bersatunya para pemain wayang dari lintas profesi. Yakni ada dokter, profesor, pejabat pemerintah dan perwira kepolisian.

Pentas “Wayang Orang Seribu Bintang (WOSBI) 2014 yang belangsung di Solo ini, akan berakhir Minggu (16/11) malam.

Mengangkat lakon “Kulondawageni”, Ngesti Pandawa tampil memikat, terbukti dengan antusiasme pengunjung yang menunggu penampilannya di penghujung acara.

“Formasi casting pemain kami pilih sebagus mungkin, sehingga bisa mendukung cerita secara keseluruhan,” kata Cicuk Sastro Soedirdjo, Minggu (16/11).

Pentas dengan sistem bergiliran itu menampilkan WO dari Solo, Semarang, Jogja, Blitar, Surabaya dan Jakarta. “Mereka akan menampilkan judul cerita yang berbeda-beda dengan durasi pentas antara satu sampai satu setengah jam. Jadi seperti festival atau parade,” kata Aris Murtono, panitia WOSBI.

Dihubungi terpisah, pimpinan WO Ngesti Pandawa, Cicuk Sastro Soedirdjo mengatakan, “Kami akan tampil di sesi terakhir dengan lain Kulandargeni.”

Primadona

Ngesti Pandawa menurunkan bintang dan para primadonanya. Antara lain Dewi Wulandari, Albela Maya, Winajarko, Kusbini, Sumarbagya serta para profesional seperti prof dr Edi Dharmana, dr Ria Marta, Agus Wariyato dan Kombes Suparyono.

WO yang tampil di acara itu antara lain WO Sekar Budaya Nusantara dengan lakon “Pandawa Narapati” dilanjutkan Jumat (14/11) WO Sanggar Darma Giri Budaya (Bungkus), Pendepokan Seni Sarotama (Prabu Welgewelbeh), Yayasan Pamulangan Beksa Sasmita, Sriwedari (Kresna Duta), dan Ngesti Pandawa (Kulandargeni).

Sabtu (15/11), akan tampil WO SMKN 8 Surakarta (Bima Puruhita), Sanggar Patrialoka (Sugriwa Subali), ISI Surakarta (Rahwana Wirodha), Baratha Jakarta (Kangsa Adu Jago), Graha Seni Mustika (Sang Brahmacarya).

Minggu (16/11), tampil Sanggar Sarwi Retna Bufaua (Salah Mamah Dadi Bengkah), Sanggar Metabudaya (Mustika Pancala), Sanggar Surya Soemirat (Mustakaweni), Marsini Komunitas Budaya (Sutejo), Yayasan Swargaloka (Puntadewa), RRI Surakarta (Kidung Katresnan Srikandi), Komunitas Seni Tribuwana (Regawa Boyong).

Sumber: SuaraMerdeka.com 16 November 2014