Pentas Ramayana Libatkan Berbagai Profesi

 

28SM17G17SMT-01-300x256

SEMARANG – Dalam memperingati delapan dasawarsa (80 tahun) berdirinya, Ngesti Pandawa akan menggelar pentas melibatkan masyarakat dari berbagai profesi, mulai dokter, polisi, pejabat pemerintahan, hingga kalangan akademisi.

Mereka akan membawakan serial Ramayana dengan episode Sugriwa Subali. Pimpinan WO Ngesti Pandowo Djoko Moeljono mengatakan, acara tersebut akan dibarengi dengan beberapa kegiatan selama bulan Juli. Puncaknya pementasan yang digelar pada 22 Juli.

”Pentas wayang orang akan disutradarai Ki Wiradiyo dan digelar di Gedung Ki Narto Sabdo, Kompleks Taman Budaya Raden Saleh (TBRS) Jalan Sriwijaya Semarang. Agenda dimulai dengan ziarah ke kompleks pemakaman keluarga Ngesti Pandawa, sampai pentas gabungan dan pasar rakyat pada 22 Juli nanti.

Berbagai pihak kami libatkan untuk menyemarakkan kegiatan ini,” katanya. Djoko Moeljono mengatakan, untuk pasar malam akan berlangsung selama sehari penuh. Di pasar tersebut menggelar bermacam kuliner, pameran kerajinan seni, dan mengajak para pedagang lain secara gratis.

Pasar tersebut akan digelar tiap akhir pekan dan diberi nama Pasar Malam Minggon Ngesti. ”Karena tiap pekan ada pentas, kami buka juga pasar malam untuk meramaikan,” ujarnya. Menurutnya, pada usia ke- 80, Ngesti Pandawa sudah mengalami banyak regenerasi.

Di tengah gempuran pengaruh budaya asing, Ngesti Pandawa tetap mempertahankan budaya lokal kesenian tradisional. Untuk tetap eksis, beragam cara dilakukan para seniman yang tergabung di dalamnya. Wayang orang Ngesti Pandawa masih bertahan dengan menggelar pentas setiap pekan.

”Pada usia ke-80 tahun ini, kami tidak menyerah dengan kondisi dan gempuran pengaruh budaya asing. Kesenian asli Indonesia harus tetap berdiri, agar generasi penerus bangsa masih dapat menikmati,” katanya.

 

Repost from: (http://berita.suaramerdeka.com/smcetak/pentas-ramayana-libatkan-berbagai-profesi/)