WO Ngesti Pandowo Delapan Dasawarsa Bertahan dalam Situasi Sulit

phpz5w53k_resized

 

Aspek kebudayaan merupakan salah satu kekuatan bangsa yang memiliki kekayaan nilai yang beragam, termasuk keseniannya. Kesenian rakyat, salah satu bagian dari kebudayaan bangsa Indonesia tidak lepas dari pengaruh globalisasi.

Di tengah kondisi terdesaknya kesenian tradisional oleh budaya global, salah satu kesenian tradisonal yang sebagian ditinggalkan masyarakat adalah Wayang Orang. Namun, sebuah kelompok Wayang Orang (WO) Ngesti Pandawa Semarang yang memasuki usia 80 tahun mampu bertahan dan tidak menyerah dalam situasi yang sulit. Bahkan WO Ngesti Pandawa terus bertahan dengan menggelar pentas setiap pekan hingga saat ini.

Untuk memperingati delapan dasawarsa berdirinya Ngesti Pandawa atau Ulang Tahun ke-80, kelompok WO yang terdiri dari beragam usia, mulai 13 hingga 65 tahun akan menyelenggarakan pentas istimewa (Spektakuler) Wayang Orang Serial Ramayana, episode “Sugriwa Subali” dengan Sutradara Ki Wiradiyo,bertempat di Gedung Ki Narto Sabdo Komplek TBRS Jalan Sriwijaya Semarang.

Pentas tersebut akan melibatkan para pemain profesional seperti dokter, polisi, pejabat pemerintah, kalangan akademisi, mahasiswa Universitas Negeri Semarang (Unnes) dan Universitas Diponegoro (Undip) Semarang, komunitas dan seniman tradisi sendiri serta Laskar Muda Ngesti Pandawa.

Pimpinan WO Ngesti Pandowo Djoko Moeljono mengatakan, sebelum pentas spektakuler yang didukung BCA dan Bank Jateng, sejumlah rangkaian agenda kegiatan telah dilangsungkan selama Juli 2017.

“Agenda dimulai dengan ziarah ke kompleks pemakaman keluarga Ngesti, sampai pentas gabungan dan pasar rakyat pada 22 Juli nanti,” katanya saat pentas wayang orang akhir pekan lalu, di Semarang.

Djoko yang menggantikan pimpinan sebelumnya Cicuk Sastrosoedirjo yang telah meninggal, mengatakan untuk pasar malam akan berlangsung selama sehari penuh menampilkan pesta kuliner, pameran benda-benda seni dengan mengajak para pedagang secara gratis.

“Rencananya pasar ini akan berlangsung setiap akhir pekan, saat WO Ngesti tampil setiap akhir pekan, nama acaranya Pasar Malam Minggon Ngesti,“ pungkasnya.

 

repost from: http://www.koran-jakarta.com/wo-ngesti-pandowo-delapan-dasawarsa-bertahan-dalam-situasi-sulit/